Archive for category Reflexion

TAMPAK BAHAGIA

“Yang tampak Bahagia sebenarnya sedang menutupi penderitaan. Yang tampak menderita sebenarnya sedang merajut kebahagiaan.(iki karanganku dhewe ojo mbok hayati & amalkan)”

Seperti itulah kalimat yang ditulis kawanku. Entah dia mengutip atau memang hasil pemikirannya sendiri aku tak tahu. Yang pasti kalimat itu sangat menarik dan telah mengusikku. Membuatku bertanya apakah Aku sudah bahagia? sebahagia orang lainnya seperti yang tampak oleh penglihatan dan dugaanku?

Setiap orang tentu mempunyai ukuran tersendiri mengenai kebahagian untuk dirinya sendiri. Karena yang nampak belum tentu seperti adanya.

Jika demikian lalu mengapa Aku harus malu terlihat menderita jika Sebenarnya Aku sedang merajut kebahagiaan versi diriku sendiri?

Kawanku, bolehkah besok siang kubelikan secangkir kopi untukmu?. Karena menurutku, engkau selalu tampak bahagia didepanku.

,

Tinggalkan komentar

Siang di pojok Warung

Siang itu di warung mbak wur di seputaran alon-alon Pati, Saya duduk di pojok, Bah Pego pria tua itu yang sudah mengkapling ujung bangku didepan pintu masuk sebagai miliknya, mungkin karena lebih isis. Tanpa memesan sang pemilik warung sudah bergegas membuatkan es jeruk nipis dan teh anget kecil. mungkin untuk keseimbangan. Duduk di seberangnya Mas kris pemilik toko sepatu yang cukup terkenal di Pati, berturut-turut Pak Pur, pak katno, Om Endro, Om Cincin n Mas Agung.

Sudah agak lama memang Saya tak pernah Marung, Jadi mungkin agak sedikit ketinggalan info. Obrolan di sini meski kadang ga berujung namun banyak menjadi inspirasi bagi Saya. Cletukannya out of box begitu yang sering pak Beye katakan. Sambil menyeruput kopi krim Saya senantiasa mendengar obrolan itu. Kadang tertawa namun tak jarang mengernyitkan dahi tanda tak begitu paham, bahasanya agak sulit dicerna..hehehehe

Obrolan ramai karena harga BBM yang akan naik. mereka sepakat ga ada polemik mengenai kenaikan harga minyak. karena sebuah keniscayaan untuk sebuah pekerjaan dan sumber daya yang di gali terus di iringi dengan kenaikan harga. Namun yang mereka pertanyakan adalah tak terbukanya pemerintah mengenai biaya yang dikeluarkan sebagai proses operasional hingga menjadi minyak dengan ketentuan harga tersebut. “Seperti kuli aja kita, di bodohi terus menerus,  ga isa ngitung pejabat itu” lontar bah pego. “Bukan ga isa bah, kui emang di sengaja” Sahut om cincin. hmmmm….biaya politik tinggi dealnya emang harus gitu. Lalu aku hanya menggumam, soal tanah kita juga amat bodoh atau dibodohin sampe ga pernah ngerti kandungan nya apa hingga hari ini. Dan sang negara adi kuasa tetep aja di bolehin ngeruk tanah dengan leluasa dan kita hanya di beri 1 % aja. huuuufftt..pantes tetep miskin.

“Para politisi tak ubahnya garong”  bilang om endro. “Kog bisa?. tanya mas Agung. “Coba aja cermati Anggota Dewan yang terhormat itu saat sidang di Senayan.”Jawab om Endro. Soal itu mungkin ada benarnya..Partai relijius yang ternyata kapitalis yang sok nolak kebijakan BBM hanya buat mulihin citra nya ( karena mereka juga udah tau kalo voting pun partai pemerintah tetep menang ), hmm rakyat udah makin pintar,  yang jidatnya item belom tentu karena karena sujud, yang berjenggot tak hanya kambing ( bandot kali yaaa, suka daun muda)..hehehehe..

Yang lebih miris adalah masuknya Dana untuk lapindo di APBN P. apakah ambil alih penanggulangan bencana ini murni untuk kepentingan rakyat korban lapindo atau sekedar deal politik demi kelanggengan dinasti politik??. jawaban nya hanya bisa kita tau tatkala pak Beye dan Pak ical berak..yang keluar apa?? hahahahaha

Siang yang panas di warung yang sumpek menjadikan otak meledak pengen memuntahkan keluh kesah. layaknya mempertanyakan eksistensi jaman sekarang apakah enak masa lalu seperti stiker-stiker di bak truk dan angkot itu yang mengusung bapak pembangunan kita sebagai ikonnya.

Saya sruput lagi untuk yang terakhir kali kopi yang tak lagi panas. sambil membayangkan semoga keadaan menjadi lebih baik, tak menjadi soal harga BBM menjadi 10 ribu asal IDR menjadi 1.000 terhadap $. sehingga anggapan termurah nomer 5 benar-benar terbukti. Dan insiyur indonesia segera pinter buat ngerti isi kandungan tanah indonesia.

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Amburadulnya Data Jamkesmas

Awal tahun ini pemerintah meluncurkan kartu jamkesmas, sebagai pembaruan data yang lama (2008). Saya pun di undang untuk mendengarkan sosialisasi terkait pembagian kartu tersebut. Sebagaimana diketahui layanan jamkesmas tersebut merupakan layanan kesehatan yang diberikan untuk warga yang miskin. Layanan tersebut memang sangat membantu warga Saya yang miskin untuk mendapatkan layanan yang layak dalam hal kesehatan.

Namun begitu terkejutnya Saya tatkala data yang diberikan oleh tim sosialiasi sangat jauh dari dari data 2008 yang ada selama ini ada. Data yang baru hanya mengikutsertakan 536 jiwa. sementara data 2008 ada 770 jiwa. 234 jiwa warga Saya hilang hak nya !!. sekitika Saya protes dengan tim sosialisasi. baik yang berasal dari kecamatan maupun dari kabupaten. Dengan enaknya mereka mengatakan bahwa data tersebut di luar kewenangannya dan tidak berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten. dari data yang lama saja Saya pernah mengusulkan untuk di tambah karena memang masih ada beberapa KK yang layak namun tidak menadapat kartu Jamkesmas. Mereka juga memaksa untuk segera membagikan kartu tersebut.waduhhhh enak di LU sengasara di Gue !!!. Selama ini yang selalu berbenturan dengan masyarakat terkait dengan data yang amburadul adalah kami selaku Pemerintahan terendah yaitu Pemerintah Desa.

Saya pun minta konfirmasi dari BPS untuk mengklarifikasi data Jamkesmas tersebut, karena beberapa waktu yang lalu BPS Kabupaten melalui Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011 telah menadata Desa Saya sebagai acuan untuk data Jamkesmas tersebut. hasil data tersebut bahwa Desa Jatimulyo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati terdapat total 240 KK yang terdiri dari 6 warga sangat miskin, 8 warga miskin, 43 warga hampir miskin dan 183 rentan miskin lainnya. dengan total perkiraan 900 an jiwa.  Dan BPS pun berkilah bahwa data tersebut sudah di berikan kepada  Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ( TNP2K) yang di ketuai Bapak Budiono Wakil Presiden tercinta kita. Sangat jelas tim ini matanya buta ketika sedang entri data.

Saat ini  ada 1 warga Saya terkena kanker Payudara yang butuh penanganan yang intensif yang seharusnya berhak mendapatkan layanan jamkesmas namun karena terbitnya data yang baru akhirnya tidak masuk dalam data jamkesmas 2013. Sungguh ironi bagi Pemerintah yang selalu menggemborkan pengutamaan layanan kepada rakyat miskin namun Aparatnya Buta terhadap derita kaum miskin.

Jaman lagi Edannnn…

, , , , , , ,

2 Komentar

Selepas Bulan Besar ( Dzulhijah )

Kita yang hidup di Jawa tak akan kaget ketika Bulan Besar (Dzulhijah) adalah bulan panen undangan acara. Bisa khitanan, Pernikahan atau kegiatan tasyakuran lainnya. Sudah menjadi tradisi pula setiap ada acara yang diadakan mengundang saudara atau teman dengan memberikan nasi kotak lengkap ataupun roti sebagai pelengkap undangan tersebut.

Alangkah beruntung nya aku yang sudah 4 tahun ini menjadi orang yang tak pernah ketinggalan satu undanganpun dari setiap warga yang punya acara di Desa. Baik di Desa aku tinggal ataupun desa-desa sekitarnya. Seolah menjadi sebuah kewajibanku untuk datang memenuhi undangan tersebut. Tak ketinggalan selalu ada salam tempel untuk si empunya hajat. Demikian aku lakukan setiap hari di berbagai tempat selama sebulan penuh di Bulan Besar (Dzulhijah).

Aku tak pernah protes, kenapa hanya aku yang mendapat undangan sebegitu banyaknya. Aku hanya selalu bertanya, kenapa semuanya di Bulan Besar (Dzulhijah) ?? tak adakah bulan lainnya untuk menggelar acara hajatan?.

Kini Bulan Besar (Dzulhijah) telah lewat. Suasana di Desaku sunyi tak terdengar musik dangdut bersahutan. Dan aku mulai bisa bernafas lega. Istirahat sejenak dan mulai menabung lagi untuk persiapan Bulan Besar (Dzulhijah) berikutnya.

, , , ,

2 Komentar

Sarjana Wajib Malu Pada Wakil Bupati Pati

CALON WAKIL BUPATI

NAMA                                                             : H. BUDIYONO

TEMPAT TGL LAHIR/UMUR     : PATI,15 Juni 1968 / 42 Th

ALAMAT                                  : Ds. pasucen RT.04 RW 01 Kec. Trangkil, Kab. Pati

JENIS KELAMIN                       : Laki – laki

AGAMA                                   : Islam

PEKERJAAN                            : Kepala Desa Pasucen

RIWAYAT PENDIDIKAN                                   :

SDN Pasucen, Kec. Trangkil, Kab. Pati Lulus Th 1982

SMP Negeri Margoyoso, kab. pati Lulus TH. 1985

Kelompok belajar Paket C TH.2003

RIWAYAT ORGANISASI           :

Ketua II Yayasan Assalam Ds. Pasucen, Kec. Trangkil TH> 2008 s/d Sekarang

Ketua II Ta” mir Masjid Al Huda Ds. Pasucen, Kec. Trangkil TH. 2008 s/d sekarang

RIWAYAT PEKERJAAN

Kaur keuangan Ds. Pasucen, Kec. Trangkil, kab. Pati TH. 1990 s/d 1998

Kepala Desa Pasucen Kec. Trangkil Periode I TH. 1998 s/d 2008

Kepala Desa Pasucen Kec. Trangkil Periode II TH. 2008 s/d sekarang

-Sumber KPU Pati

Membaca Profil wakil Bupati diatas rasanya malu Saya menjadi Sarjana.  Bapak HM Budiyono menunjukkan kepada kita para Sarjana bahwa kerja keras dan terus belajar sangat perlu dan terus dilakukan. Hanya berbekal ijazah persamaan kejar paket C. Bapak Wakil Bupati membuktikan bahwa tak perlu minder atau rendah diri untuk terus berpacu dang bersaing.

Sarjana sebagai simbol tertinggi pendidikan mestinya harus semakin berbenah. Sistem yang hanya mengedepankan nilai-nilai akan mencetak sarjana-sarjana yang gagap ditengah persaingan hidup. Sarjana tak mampu beradaptasi dalam lingkungan yang serba bersaing. Teori di bangku kuliah menguap di gerus kerasnya kehidupan.

Sarjana..!! Mari belajar Malu kepada Bapak Wakil Bupati..agar mampu bersaing dan menjadi pionir bagi kemajuan bangsa ini..

, , , , , , ,

16 Komentar

Negeri tempe yang tak punya Kedelai

Masih segar dalam ingatan kita, tatkala saudara-saudara kita yang ada di padang dan kepulauan mentawai terkena gempa dan tsunami. Ada salah satu pejabat yang berkomentar, tak usah tinggal di pinggir pantai jika tak ingin resiko terkena tsunami. secara akal logika tentu penyataan itu benara adanya. tatkala orang hidup di sekitar gunung tentu resiko terkena letusan, orang hidup di sekitar sungai pasti terkena resiko banjir. Saat saudara kita terkena tsunami pun mereka sudah memikirkan resikonya. tak perlu pejabat dari jakarta mengatakannya. sangat tak bermoral rasanya jika seorang yang terhormat mengeluarkan pernyataan tersebut.

Kejadian tersebut berulang kembali ketika masyarakat indonesia yang mayoritas penduduknya mengkonsumsi tempe. Dengan bahan baku kedelai yang sedang melambung tinggi tak terkendali. Penguasa negara ini tentunya sangat melek jika sebagian besar warganya mengkonsumsi kedelai. Bukan karena tak punya pilihan lauk, namun hanya tempe lah yang terjangkau dengan kantong mereka. Dan kemudian saat Menteri Perdagangan kita mengeluarkan pernyataan untuk lebih arif dalam mengkonsumsi tempe, Saya yakin menteri tersebut tak pernah melihat keluar dari jendela mobilnya apalgi membukanya. Dalam pemikiran pejabat itu mungkin lebih arif untuk mengkonsumsi tempe adalah menyelingi dengan ikan, telor atau daging. Namun dalam pemikiran masyarakat kita, pemikiran arif adalah mengkomsumsi tempe hari ini, menyelingi dengan kerupuk atau cukup nasi putih saja.

Sebuah kegagalan dalam membentuk sebuah Negara tatkala Pemimpinnya tak mampu berpikir dan bertindak apa yang menjadi kemauan dan kebiasaan masyarakatnya. Penguasa tahu bahwa kedelai harus import namun tak pernah mampu berfikir untuk mengatasi ketergantungan tersebut. Dalam setiap kasus yang membelit masyarakat selalu kita yang bersalah. Sudah tahu akan tsunami kenapa hidup di pantai, sudah tahu jembatan akan roboh kenapa hidup dibawahnya. dan sudah tahu tak punya kedelai kenapa harus makan tempe???…

Begitulah wajah pemimpin kita. Sungguh naif jika mereka ingin menjadi negara industri . Untuk sekedar menjadi negara tempe saja mereka tak mampu.!!!

 

, , , , , , ,

4 Komentar

SEPAK BOLA PATI MAU KEMANA???

GambarSiang selepas membeli dua buah bola sepak untuk anak-anak karang taruna dari toko di simpang lima pati, Saya menyempatkan mampir di Warung Belgia (Belakang Gereja Isa Almasih) Pati untuk ngadem dibawah pohon kersen sambil menikmati jus tomat yang nyusss.

Tak lama berselang datang pak Eddy Hoo, orang banyak mengenalnya karena kegilaannya kepada sepak bola. Dan di siang yang terik itu Saya merasa beruntung bertemu dengan manusia gila semacam beliau. Sebelumnya Saya juga pernah bertemu dengan Om Jackson, pemilik Salza restaurant yang gila dengan tenis meja, kedua orang tersebut mempunyai integritas untuk membina olah raga yang dicintainya,

Menyimak perkembangan Sepakbola yang ada di Pati rasanya seperti melihat mobil mogok di tanjakan.tak bisa hidup, tak ingin maju kalo perlu mlorot aja. Hal inilah yang di keluhkan pak Eddy Hoo. Persipa sebagai barometer sepakbola di Pati tak menunjukkan peran apa-apa dalam pembinaan Sepak bola. Kompetisi antar klub yang diharapkan sebagai pembinaan bibit muda sepak bola mati suri di tengah geliat antusiasme anak muda terhadap sepakbola. Pengurus yang ada hanya berpikir bagaimana caranya menyunat dana rakyat yang tersalur lewat sepak bola.

Sambil meminum jus yang ada di depannya Pak Eddy melanjutkan keluhannya. Beliau mempertanyakan pola pikir pengurus yang tak ingin Persipa maju. Seolah-olah mereka hanya ingin memanfaatkan regulasi dari surat edaran mendagri untuk kepentingan sendiri. Semua orang tahu jika Persipa promosi ke divisi utama atau lebih tinggi lagi, maka mereka tak lagi di ijinkan untuk menikmati dana APBD. Arahnya kemana kita semua sudah tahu. ..”ssssttttt untuk yang ini jangan bilang kalau aku yang kasih tahu.”  bisik pak Eddy Hoo kepadaku.

Moment reorganisasi pengurus Persipa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan cengeng karena Pejabat publik tak lagi dibolehkan merangkap jabatan seperti Persipa.Saatnya kita Para GILA BOLA menunjukkan semangat bahwa mampu membawa sepak bola pati menuju yang lebih baik.  Hati-hati terhadap orang yang ngaku gila bola namun hanya pengen “Nyari Bola” di Persipa. Maka pilihlah Ketua Umum Persipa yang MAMPU, MAU dan PUNYA WAKTU..n jangan lupa yang GILAAAA.

Semangat Persipa…LASKAR SARIDIN siap mendukungmu……….

, , , , ,

7 Komentar