Posts Tagged pati

TAMPAK BAHAGIA

“Yang tampak Bahagia sebenarnya sedang menutupi penderitaan. Yang tampak menderita sebenarnya sedang merajut kebahagiaan.(iki karanganku dhewe ojo mbok hayati & amalkan)”

Seperti itulah kalimat yang ditulis kawanku. Entah dia mengutip atau memang hasil pemikirannya sendiri aku tak tahu. Yang pasti kalimat itu sangat menarik dan telah mengusikku. Membuatku bertanya apakah Aku sudah bahagia? sebahagia orang lainnya seperti yang tampak oleh penglihatan dan dugaanku?

Setiap orang tentu mempunyai ukuran tersendiri mengenai kebahagian untuk dirinya sendiri. Karena yang nampak belum tentu seperti adanya.

Jika demikian lalu mengapa Aku harus malu terlihat menderita jika Sebenarnya Aku sedang merajut kebahagiaan versi diriku sendiri?

Kawanku, bolehkah besok siang kubelikan secangkir kopi untukmu?. Karena menurutku, engkau selalu tampak bahagia didepanku.

,

Tinggalkan komentar

Menunggu MoU

Hari-hari pada bulan oktober ini terasa sedikit lama dari biasanya.  ketika orang mengatakan menunggu adalah pekerjaan yang menjemukan memang benar adanya. Waktu seakan-akan melambat dari seharusnya. Menunggu telp dari jakarta, itulah yang beberapa hari Kami tunggu.

Kami tak ingin kejadian 3 bulan lalu terulang untuk saat ini. ketika perencanaan kegiatan seminar dan pelatihan sudah terencana dengan rapi. Semua pihak sudah terhubungi dan undangan telah tersebar, namun gagal karena  belum adanya MoU. Kami merasakan malu kepada masyarakat dan pengrajin binaan dan terlebih kepada pejabat dan pihak terkait di pemerintah daerah kabupaten. hanya berselang 3 hari dari tanggal rencana seluruh kegiatan dibatalkan.

Untuk itu kegiatan yang sama yang ingin kami adakan bulan november ini persiapannya lebih berhati-hati. Meski proposal sudah terkirim dan sudah di acc namun kami belum bergerak. masih harap-harap cemas dengan penandatangan Mou antara kami (Ormas peduli pembangunan daerah dan kemendagri). Asosiasi pengarajin batik bakaran dan instansi pun belum kami kabari.

Kami masih menunggu kabar dari jakarta. semoga Mou bisa segera di tandan tangani…..

, ,

1 Komentar

Siang di pojok Warung

Siang itu di warung mbak wur di seputaran alon-alon Pati, Saya duduk di pojok, Bah Pego pria tua itu yang sudah mengkapling ujung bangku didepan pintu masuk sebagai miliknya, mungkin karena lebih isis. Tanpa memesan sang pemilik warung sudah bergegas membuatkan es jeruk nipis dan teh anget kecil. mungkin untuk keseimbangan. Duduk di seberangnya Mas kris pemilik toko sepatu yang cukup terkenal di Pati, berturut-turut Pak Pur, pak katno, Om Endro, Om Cincin n Mas Agung.

Sudah agak lama memang Saya tak pernah Marung, Jadi mungkin agak sedikit ketinggalan info. Obrolan di sini meski kadang ga berujung namun banyak menjadi inspirasi bagi Saya. Cletukannya out of box begitu yang sering pak Beye katakan. Sambil menyeruput kopi krim Saya senantiasa mendengar obrolan itu. Kadang tertawa namun tak jarang mengernyitkan dahi tanda tak begitu paham, bahasanya agak sulit dicerna..hehehehe

Obrolan ramai karena harga BBM yang akan naik. mereka sepakat ga ada polemik mengenai kenaikan harga minyak. karena sebuah keniscayaan untuk sebuah pekerjaan dan sumber daya yang di gali terus di iringi dengan kenaikan harga. Namun yang mereka pertanyakan adalah tak terbukanya pemerintah mengenai biaya yang dikeluarkan sebagai proses operasional hingga menjadi minyak dengan ketentuan harga tersebut. “Seperti kuli aja kita, di bodohi terus menerus,  ga isa ngitung pejabat itu” lontar bah pego. “Bukan ga isa bah, kui emang di sengaja” Sahut om cincin. hmmmm….biaya politik tinggi dealnya emang harus gitu. Lalu aku hanya menggumam, soal tanah kita juga amat bodoh atau dibodohin sampe ga pernah ngerti kandungan nya apa hingga hari ini. Dan sang negara adi kuasa tetep aja di bolehin ngeruk tanah dengan leluasa dan kita hanya di beri 1 % aja. huuuufftt..pantes tetep miskin.

“Para politisi tak ubahnya garong”  bilang om endro. “Kog bisa?. tanya mas Agung. “Coba aja cermati Anggota Dewan yang terhormat itu saat sidang di Senayan.”Jawab om Endro. Soal itu mungkin ada benarnya..Partai relijius yang ternyata kapitalis yang sok nolak kebijakan BBM hanya buat mulihin citra nya ( karena mereka juga udah tau kalo voting pun partai pemerintah tetep menang ), hmm rakyat udah makin pintar,  yang jidatnya item belom tentu karena karena sujud, yang berjenggot tak hanya kambing ( bandot kali yaaa, suka daun muda)..hehehehe..

Yang lebih miris adalah masuknya Dana untuk lapindo di APBN P. apakah ambil alih penanggulangan bencana ini murni untuk kepentingan rakyat korban lapindo atau sekedar deal politik demi kelanggengan dinasti politik??. jawaban nya hanya bisa kita tau tatkala pak Beye dan Pak ical berak..yang keluar apa?? hahahahaha

Siang yang panas di warung yang sumpek menjadikan otak meledak pengen memuntahkan keluh kesah. layaknya mempertanyakan eksistensi jaman sekarang apakah enak masa lalu seperti stiker-stiker di bak truk dan angkot itu yang mengusung bapak pembangunan kita sebagai ikonnya.

Saya sruput lagi untuk yang terakhir kali kopi yang tak lagi panas. sambil membayangkan semoga keadaan menjadi lebih baik, tak menjadi soal harga BBM menjadi 10 ribu asal IDR menjadi 1.000 terhadap $. sehingga anggapan termurah nomer 5 benar-benar terbukti. Dan insiyur indonesia segera pinter buat ngerti isi kandungan tanah indonesia.

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Kemendagri Usulkan Masa Jabatan Kades 6 Tahun

Sumber : www.widyaiswarakemendagri.org
JPPN, Jakarta – Desakan agar pemerintah mengangkat perangkat desa menjadi Pegawai Negeri (PNS), maupun tuntutan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, sepenuhnya akan ditentukan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Desa (RUU Desa) di DPR.

“Sekarang kan sudah ada di DPR, jadi semua dinamika maupun pandangan yang berkembang, ada dalam pembahasan di DPR nantinya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Raydonnyzar Moenek, di Jakarta, Jumat (14/12) malam.

Pemerintah menurut Donny -panggilan akrab Reydonnyzar Moenek-, kini sepenuhnya mengikuti mekanisme yang ada. Karena itu menanggapi ancaman perangkat desa akan memboikot Pemilu jika tidak diangkat menjadi PNS, Donny tidak ingin menyikapinya secara berlebih.

Ia hanya menyatakan pemerintah tentu mengharapkan hal yang terbaik bagi semua pihak. Apalagi disadari, perangkat desa merupakan bagian terdepan pemerintah yang bertugas melayani masyarakat. Namun begitu sebagaimana disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi, permintaan pengangkatan perangkat desa menjadi PNS, menurut Donny, tetap disesuaikan keuangan negara.

Sementara itu terkait tuntutan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PMD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tarmizi A.Karim, sebelumnya menyatakan, usulan masa jabatan enam tahun diajukan pemerintah karena dinilai paling rasional. Usulan tersebut dimasukkan dalam RUU Desa setelah melewati pertimbangan yang matang.

“Masa jabatan enam tahun juga sebelumnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah. Jadi dalam pandangan kita, keputusan 6 tahun itu sudah rasional dan diputuskan setelah melihat situasi yang berkembang di desa. Jadi tidak adalah masa jabatan di atas itu”katanya.

, , , , , ,

2 Komentar

Belajar Menjadi Serba Bisa

Tempaan keras di tempatku bekerja pertama kali menjadi sangat berguna saat ini. Pernah menjadi tukang fotocopy, bagian gudang, Bagian Logistik, supervisor hingga menjadi seorang manager. pernah pula menjadi konsultan cafe n karaoke. kemudian terjun bebas menjadi pedagang jajanan kecil dan sales air mineral…Semua itu menjadi guru yang sangat luar biasa bagiku.

Pekerjaanku yang sekarang menuntutku menjadi pribadi yang dinamis dan serba bisa. atau lebih tepatnya dipaksa bisa. beragam permasalahan pekerjaan yang datang harus mampu aku selesaikan. Hingga suatu saat datang pekerjaan datang dengan permasalahan yang berbeda- beda pada waktu yang hampir bersamaan. ahh Rasanya ingin membelah diri untuk bisa segera menyelesaikannya. Mereka yang datang kadang tak mau mengenai hambatan mengenai permasalahan yang ada. karena kadang kala yang mereka tau hanya kata HARUS dan SAAT INI.

Saya menyadari banyak dari mereka datang dari tingkat sosial dan sumber daya yang masih kurang. yang mana tak punya lagi tempat untuk bergantung dan menaruh harapan. Sehingga dimata mereka akulah satu-satunya yang bisa dan mampu bagi tempat mereka bergantung dan menaruh harapan.Semuanya aku jalani dengan penuh suka cita, keihlasan dan kekeluargaan. Meskipun kadangkala rasa empati tersebut tak berbanding lurus dengan apa yang aku terima. Masih ada saja yang berprasangka buruk dan mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi. Keadaan ini tak jarang menimbulkan friksi antara saya dan istri. Namun itulah dinamika dalam memimpin.

Namun dengan perjalannya waktu Saya berkeyakinan bahwa masyarakat akan mampu secara mandiri tanpa harus selalu bergantung dan pasrah bongkokan . peran Saya hanya menjadi fasilitator dan pengambil resiko dari setiap kebijakan demi kebaikan dan kepentingan masyarakat yang lebih banyak.

Terima kasih kepada wargaku yang telah mengajari untuk menjadi serba bisa dengan menerima keterbatasan yang ada..I LOP U

 

, , , , , , , , , , ,

1 Komentar

PERSIJATIM…..SEMANGAT !!!!

DSC03558

PERSIJATIM (Persatuan Sepakbola Jatimulyo) LANDOH

Bulan ini dunia begitu disibukkan dengan gebyar dan euphoria sepakbola piala Champion. Menahan kantuk demi menyaksikan team kesayangan bertanding. Mencerna kudapan komentar para komentator yang berbusa-busa seolah-olah orang yang paling pinter. Dan sejenak melupakan hiruk pikuk sengketa organisasi sepakbola indonesia yang tak kunjung usai.

Jauh disini, di desa Jatimulyo  Kabupaten Pati mulai anak – kecil sampai orang dewasa sedang gandrung dengan sepak bola. Bukan karena demam Piala Champion atau kompetisi binaan PSSI, bahkan bukan pula kejuaraan klub dari Persipa Pati. Namun mereka baru saja merayakan lapangan sepakbola yang baru setelah puluhan tahun terbengkalai.

Sekarang setelah sekian tahun, sudah punya lapangan sepakbola meskipun belum sempurna apalagi dari biaya mandiri. menghabiskan ratusan truk tanah urug, untuk menata lapangan sedikit lebih layak dari sebelumnya. lalu kepengurusan agar mereka bisa latihan dengan nyaman. Hanya satu yang saya pesankan dan tekankan. jangan meniru PSSI !!! mereka lebih kampungan dari kita yang ada di Desa.

Pertandingan perdana diundanglah Muspika untuk bertanding. Agar pemerintah tahu bahwa urusan sepakbola tak sekedar menaturalisasi pemain luar negeri, berebut jabatan ketua. Namun urusan Sepakbola adalah urusan pembinaan yang berkesinambungan melalui kompetisi yang terjadwal dan jenjang yang teratur.

hmm…Semoga Laskar Saridin bisa mengirimkan bibitnya untuk memperkuat garuda. Selamat berlatih!!!!

, , , , ,

Tinggalkan komentar

Penanaman Semilyar Pohon Mangrove ( katanya )..

Setelah menerima surat undangan dari Bapak babinsa koramil, Saya kemudian berkoordinasi dengan jajaran staf Saya yang untuk turut mensukseskan program dari pemerintah yaitu penanaman magrove di pesisir utara wilayah kabupaten Pati.

Hujan mengiringi pemberangkatan tim dari Kecamatan Wedarijaksa., Dengan terlebih membubuhkan tanda tangan untuk absensi pada formulir yang sudah disediakan petugas.   Ada  sebagian yang naik truk, sebagian lagi naik sepeda motor dan sebagian kecil yang naik mobil berombongan menuju lokasi penanaman mangrove yang dipusatkan di Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti.DSC05827

Sampai di Jalan masuk Desa Banyutowo telah datang ratusan bahkan mungkin ribuan peserta program penanaman mangrove . Mereka datang dari sekolah-sekolah dan dari perwakilan Desa dari seluruh wilayah Kabupaten Pati. Mereka tampak sangat antusias mengikuti program ini. Dengan bertelanjang kaki, celana atau rok yang dilipat sampai selutut, dan baju basah kuyup di guyur hujan, wajah-wajah mereka tetap tampak begitu bersemangat. Berkumpul dan Berbaris memenuhi TPI Banyutowo untuk persiapan upacara pembukaan penanaman mangrove.

Saya bersama perangkat Desa berjalan-jalan sebentar menuju dermaga pelabuhan untuk sekedar melihat aktivitas nelayan yang baru datang dari melaut. sekitar 50 meter sampai ke ujung, Kapal nelayan berjajar rapi di tepi dermaga. Tak sampai 20 menit Saya berjalan-jalan, dan kemudian kembali ke tempat acara. Namun begitu terkejutnya Saya dan teman-teman perangkat. karena peserta  penanaman mangrove bergerak pulang. sayup-sayup yang Saya dengandari MC bahwa   Upacara selesai dan Peserta dapat membubarkan diri..Nah Looo Penanamannnya kapan???DSC05825

Saya pun bertanya kepada panitia yang kebetulan lewat. beliau menjawab ” Program penanamannya simbolis mas”. Saya hanya melongo mendengar jawaban bapak panitia tadi. antara rasa jengkel dan pengen ketawa. Masak program seperti ini hanya di buat guyonan??..tanggung jawab seperti apa pejabat di Kabupaten ini? mereka mengabaikan antusias warga yang datang, merendahkan program itu sendiri. Dan memboroskan dana demi upacara seremonial dan simbolis..

Bagaimana bisa program ini berhasil jika pejabatnya hanya mengedepankan seremonial tanpa kerja nyata. Saya pun langsung teringat ucapan einstein…”Hanya orang tak waras yang mencoba berfikir biasa saja dengan tindakan biasa saja, namun menginginkan hasil yang berbeda dan luar biasa ” ..fuuihhftt!!!

, , , , , , ,

22 Komentar

Amburadulnya Data Jamkesmas

Awal tahun ini pemerintah meluncurkan kartu jamkesmas, sebagai pembaruan data yang lama (2008). Saya pun di undang untuk mendengarkan sosialisasi terkait pembagian kartu tersebut. Sebagaimana diketahui layanan jamkesmas tersebut merupakan layanan kesehatan yang diberikan untuk warga yang miskin. Layanan tersebut memang sangat membantu warga Saya yang miskin untuk mendapatkan layanan yang layak dalam hal kesehatan.

Namun begitu terkejutnya Saya tatkala data yang diberikan oleh tim sosialiasi sangat jauh dari dari data 2008 yang ada selama ini ada. Data yang baru hanya mengikutsertakan 536 jiwa. sementara data 2008 ada 770 jiwa. 234 jiwa warga Saya hilang hak nya !!. sekitika Saya protes dengan tim sosialisasi. baik yang berasal dari kecamatan maupun dari kabupaten. Dengan enaknya mereka mengatakan bahwa data tersebut di luar kewenangannya dan tidak berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten. dari data yang lama saja Saya pernah mengusulkan untuk di tambah karena memang masih ada beberapa KK yang layak namun tidak menadapat kartu Jamkesmas. Mereka juga memaksa untuk segera membagikan kartu tersebut.waduhhhh enak di LU sengasara di Gue !!!. Selama ini yang selalu berbenturan dengan masyarakat terkait dengan data yang amburadul adalah kami selaku Pemerintahan terendah yaitu Pemerintah Desa.

Saya pun minta konfirmasi dari BPS untuk mengklarifikasi data Jamkesmas tersebut, karena beberapa waktu yang lalu BPS Kabupaten melalui Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011 telah menadata Desa Saya sebagai acuan untuk data Jamkesmas tersebut. hasil data tersebut bahwa Desa Jatimulyo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati terdapat total 240 KK yang terdiri dari 6 warga sangat miskin, 8 warga miskin, 43 warga hampir miskin dan 183 rentan miskin lainnya. dengan total perkiraan 900 an jiwa.  Dan BPS pun berkilah bahwa data tersebut sudah di berikan kepada  Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ( TNP2K) yang di ketuai Bapak Budiono Wakil Presiden tercinta kita. Sangat jelas tim ini matanya buta ketika sedang entri data.

Saat ini  ada 1 warga Saya terkena kanker Payudara yang butuh penanganan yang intensif yang seharusnya berhak mendapatkan layanan jamkesmas namun karena terbitnya data yang baru akhirnya tidak masuk dalam data jamkesmas 2013. Sungguh ironi bagi Pemerintah yang selalu menggemborkan pengutamaan layanan kepada rakyat miskin namun Aparatnya Buta terhadap derita kaum miskin.

Jaman lagi Edannnn…

, , , , , , ,

2 Komentar

Selepas Bulan Besar ( Dzulhijah )

Kita yang hidup di Jawa tak akan kaget ketika Bulan Besar (Dzulhijah) adalah bulan panen undangan acara. Bisa khitanan, Pernikahan atau kegiatan tasyakuran lainnya. Sudah menjadi tradisi pula setiap ada acara yang diadakan mengundang saudara atau teman dengan memberikan nasi kotak lengkap ataupun roti sebagai pelengkap undangan tersebut.

Alangkah beruntung nya aku yang sudah 4 tahun ini menjadi orang yang tak pernah ketinggalan satu undanganpun dari setiap warga yang punya acara di Desa. Baik di Desa aku tinggal ataupun desa-desa sekitarnya. Seolah menjadi sebuah kewajibanku untuk datang memenuhi undangan tersebut. Tak ketinggalan selalu ada salam tempel untuk si empunya hajat. Demikian aku lakukan setiap hari di berbagai tempat selama sebulan penuh di Bulan Besar (Dzulhijah).

Aku tak pernah protes, kenapa hanya aku yang mendapat undangan sebegitu banyaknya. Aku hanya selalu bertanya, kenapa semuanya di Bulan Besar (Dzulhijah) ?? tak adakah bulan lainnya untuk menggelar acara hajatan?.

Kini Bulan Besar (Dzulhijah) telah lewat. Suasana di Desaku sunyi tak terdengar musik dangdut bersahutan. Dan aku mulai bisa bernafas lega. Istirahat sejenak dan mulai menabung lagi untuk persiapan Bulan Besar (Dzulhijah) berikutnya.

, , , ,

2 Komentar

Surat Mas Aris

Sebenernya tulisan ini adalah tanggapan mengenai postingan Saya mengenai Bupati dan Wakil Bupati Pati, Namun karena tulisannya sangat panjang maka Saya jadikan postingan baru. berikut tanggapan mas Aris Susanto karib Saya yang sekarang menjadi Raja Minyak

Inspiratif…..namun demikian kita sarjana tidak wajib malu, karena untuk hal ini membandingkan sarjana dan tidak sarjana adalah belum pada tempatnya. Sarjana tidak semuanya harus menjadi bagian dari kekuasaan politik, banyak sarjana yang masih dibutuhkan untuk menjadi para ahli di bidangnya sehingga bisa memberi kontribusi pada bangsa dalam ruang yang berbeda.

Menjadi wakil bupati adalah jabatan politis….pendidikan tidak akan menjadi batasan selama mampu membangun komunikasi yang baik dengan publik, pengabdian yang tulus untuk masyarakat….sehingga yang bersangkutan akan dipercaya untuk menjadi orang yang akan membantu membawa Pati dan masyarakatnya akan menjadi seperti apa. Pada tahap selanjutnya antara sarjana dan tidak sarjana bisa jadi berbeda….berbeda dalan cara, berbeda dalam hal2 lain……yang seharusnya seorang sarjana lebih mempunyai referensi mengenai cara dan pengambilan keputusan dalam pencapaian tujuan….namun tidak selamanya yang bukan sarjana tidak mampu lebih baik selama yang bersangkutan mau tetap belajar, mendengarkan, memahami, mengerti dan mengertikan….

Dalam realita politik, terkadang pendidikan tidak lagi menjadi faktor penting….banyak faktor lain yang mampu meningkatkan tingkat elektibilitas seseorang, faktor karakter individu, investasi komunikasi dan pelayanan publik jangka panjang, networking dan komunikasi politik, dan yang tidak kalah penting tentunya adalah adanya sumber pendanaan yang mencukupi….

Semua faktor diatas akan saling melengkapi…untuk bisa berhasil mendapatkan tingkat elektibilitas yang terbaik.

Yang tetap menjadi garis bawahnya adalah kita mengapresiasi atas pencapaian Bpk Budiono dengan keterbatasan pendidikannya namun tidak mengecilkan semangat dan percaya dirinya untuk terus maju dan mampu mewujudkan apa yang sekarang diraihnya, bahkan mungkin sebelumnya tidak ada cita-cita beliaunya diposisi sekarang beliaunya berada…

Dan yang untuk sarjana, menjadikan nilai positif diatas sebagai salah satu referensi untuk lebih maju…dalam bidang apapun yang bisa menjadi tempat kontibusinya bagi kemaslahatan bersama.

Selamat untuk calon bupati dan wakil bupati terpilih, selamat memimpin Pati..agar membawa Pati lebih terarah seperti cita2nya yaitu PATI BUMIMINATANI.

Salam,

Aris Susanto

, , , , ,

5 Komentar