Arsip untuk Januari, 2013

Penanaman Semilyar Pohon Mangrove ( katanya )..

Setelah menerima surat undangan dari Bapak babinsa koramil, Saya kemudian berkoordinasi dengan jajaran staf Saya yang untuk turut mensukseskan program dari pemerintah yaitu penanaman magrove di pesisir utara wilayah kabupaten Pati.

Hujan mengiringi pemberangkatan tim dari Kecamatan Wedarijaksa., Dengan terlebih membubuhkan tanda tangan untuk absensi pada formulir yang sudah disediakan petugas.   Ada  sebagian yang naik truk, sebagian lagi naik sepeda motor dan sebagian kecil yang naik mobil berombongan menuju lokasi penanaman mangrove yang dipusatkan di Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti.DSC05827

Sampai di Jalan masuk Desa Banyutowo telah datang ratusan bahkan mungkin ribuan peserta program penanaman mangrove . Mereka datang dari sekolah-sekolah dan dari perwakilan Desa dari seluruh wilayah Kabupaten Pati. Mereka tampak sangat antusias mengikuti program ini. Dengan bertelanjang kaki, celana atau rok yang dilipat sampai selutut, dan baju basah kuyup di guyur hujan, wajah-wajah mereka tetap tampak begitu bersemangat. Berkumpul dan Berbaris memenuhi TPI Banyutowo untuk persiapan upacara pembukaan penanaman mangrove.

Saya bersama perangkat Desa berjalan-jalan sebentar menuju dermaga pelabuhan untuk sekedar melihat aktivitas nelayan yang baru datang dari melaut. sekitar 50 meter sampai ke ujung, Kapal nelayan berjajar rapi di tepi dermaga. Tak sampai 20 menit Saya berjalan-jalan, dan kemudian kembali ke tempat acara. Namun begitu terkejutnya Saya dan teman-teman perangkat. karena peserta  penanaman mangrove bergerak pulang. sayup-sayup yang Saya dengandari MC bahwa   Upacara selesai dan Peserta dapat membubarkan diri..Nah Looo Penanamannnya kapan???DSC05825

Saya pun bertanya kepada panitia yang kebetulan lewat. beliau menjawab ” Program penanamannya simbolis mas”. Saya hanya melongo mendengar jawaban bapak panitia tadi. antara rasa jengkel dan pengen ketawa. Masak program seperti ini hanya di buat guyonan??..tanggung jawab seperti apa pejabat di Kabupaten ini? mereka mengabaikan antusias warga yang datang, merendahkan program itu sendiri. Dan memboroskan dana demi upacara seremonial dan simbolis..

Bagaimana bisa program ini berhasil jika pejabatnya hanya mengedepankan seremonial tanpa kerja nyata. Saya pun langsung teringat ucapan einstein…”Hanya orang tak waras yang mencoba berfikir biasa saja dengan tindakan biasa saja, namun menginginkan hasil yang berbeda dan luar biasa ” ..fuuihhftt!!!

, , , , , , ,

22 Komentar

Amburadulnya Data Jamkesmas

Awal tahun ini pemerintah meluncurkan kartu jamkesmas, sebagai pembaruan data yang lama (2008). Saya pun di undang untuk mendengarkan sosialisasi terkait pembagian kartu tersebut. Sebagaimana diketahui layanan jamkesmas tersebut merupakan layanan kesehatan yang diberikan untuk warga yang miskin. Layanan tersebut memang sangat membantu warga Saya yang miskin untuk mendapatkan layanan yang layak dalam hal kesehatan.

Namun begitu terkejutnya Saya tatkala data yang diberikan oleh tim sosialiasi sangat jauh dari dari data 2008 yang ada selama ini ada. Data yang baru hanya mengikutsertakan 536 jiwa. sementara data 2008 ada 770 jiwa. 234 jiwa warga Saya hilang hak nya !!. sekitika Saya protes dengan tim sosialisasi. baik yang berasal dari kecamatan maupun dari kabupaten. Dengan enaknya mereka mengatakan bahwa data tersebut di luar kewenangannya dan tidak berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten. dari data yang lama saja Saya pernah mengusulkan untuk di tambah karena memang masih ada beberapa KK yang layak namun tidak menadapat kartu Jamkesmas. Mereka juga memaksa untuk segera membagikan kartu tersebut.waduhhhh enak di LU sengasara di Gue !!!. Selama ini yang selalu berbenturan dengan masyarakat terkait dengan data yang amburadul adalah kami selaku Pemerintahan terendah yaitu Pemerintah Desa.

Saya pun minta konfirmasi dari BPS untuk mengklarifikasi data Jamkesmas tersebut, karena beberapa waktu yang lalu BPS Kabupaten melalui Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011 telah menadata Desa Saya sebagai acuan untuk data Jamkesmas tersebut. hasil data tersebut bahwa Desa Jatimulyo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati terdapat total 240 KK yang terdiri dari 6 warga sangat miskin, 8 warga miskin, 43 warga hampir miskin dan 183 rentan miskin lainnya. dengan total perkiraan 900 an jiwa.  Dan BPS pun berkilah bahwa data tersebut sudah di berikan kepada  Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ( TNP2K) yang di ketuai Bapak Budiono Wakil Presiden tercinta kita. Sangat jelas tim ini matanya buta ketika sedang entri data.

Saat ini  ada 1 warga Saya terkena kanker Payudara yang butuh penanganan yang intensif yang seharusnya berhak mendapatkan layanan jamkesmas namun karena terbitnya data yang baru akhirnya tidak masuk dalam data jamkesmas 2013. Sungguh ironi bagi Pemerintah yang selalu menggemborkan pengutamaan layanan kepada rakyat miskin namun Aparatnya Buta terhadap derita kaum miskin.

Jaman lagi Edannnn…

, , , , , , ,

2 Komentar