Arsip untuk Januari, 2015

Bumi Djembar Wigati

Ah rasanya begitu merasa bersalahnya aku ketika judul diatas mulai Aku tulis. Ketika kakaknya lahir dengan segera aku luapkan rasa gembira itu dalam tulisan. Namun sang Adik mesti menunggu hampir setaun ketika Aku baru menyempatkan diri untuk menuliskan tentangnya.

bumi djembar wigatiSang Adik lahir tatkala keresahan sedang melanda. Aku harus bagaimana? menjadi jobless ada lah sesuatu yang tak mengenakkan. Ada tawaran untuk memperpanjang masa jabatan namun segera Aku tolak. Ingin memulai yang baru ketika mereka bertanya. Padahal seperti apa yang baru belum muncul dalam benakku.

Tibalah Kelahiran perempuan cantik mungil dalam kehidupan ku, dari rahim isriku tercinta. Di hari Sabtu 29 Maret 2014. Sekali lagi, Aku tak mempunyai keberanian untuk sekedar menemani istriku melahirkan. Hanya menunggu dibalik pintu sambil terus berdoa atas kelancaran proses kelahirannya. Rasa syukur AKu panjatkan tatkala terdengar tangisan dari dalam ruang bersalin. Terima Kasih Kepada Gusti Allah yang telah memberi amanah.

Seperti Kakaknya, bersama istri bersepakat bahwa perempuan mungil ini mesti memakai nama jawa, dimana darah mengalir dari leluhur sebelumnya. Keinginan mewujudkan rasa adil terwujud hingga jumlah huruf nama anak. Harus berjumlah 17 seperti kakaknya. Akhirnya menyisipkan satu huruf selayaknya ejaan lama agar klop. Maka kemudian kami memilih nama BUMI DJEMBAR WIGATI.

Di dalam kegundahan Aku dan istri mempunyai harapan ba
hwa apa yang ada di bumi ini adalah rejeki yang harus diupayakan dan diperjuangkan. Harapan penuh keyakinan mewujud dalam diri anak kedua. Bumi adalah sumber kehidupan yang memberikan penghidupan untuk segala mahkluk yang tinggal diatasnya. Begitu luas hingga tak perlu lagi kuatir kita akan kekurangan. Namun mesti berhati-hati dalam mengelola dan memanfaatkannya.

Anakku engkau adalah doa dan amanah yang Allah titipkan kepada Bapak dan Ibumu. Jadilah Anak yang berbakti dan bermanfaat bagi siapapun. Jagalah hidup dan Alam ini dengan sebaiknya seperti tatkala Yang Kuasa menciptanya.

Bapak dan Ibu selalu mencintaimu..

1 Komentar

Saya sudah purna (jadi mantan)

Selamat sore sahabat blog semua…

sekian lama tak menulis rasanya seperti belajar berjalan lagi. Tertatih menemukan ide yang ingin ditulis. hampir satu tahun Saya hanya melihat dan sekedar membuka laman ini. Dan baru sadar kalo sudah hampir satu tahun Saya tidak aktif di sini. Dalam jeda itu Saya disibukkan dengan usaha mencari kerja, Setelah purna tugas dari Kepala Desa.

Meskipun Saya telah purna (mantan) masih saja banyak sahabat, saudara, dan warga yang tetap memanggilku Pak Inggi. Setiap aku betulkan panggilan itu, mereka tetep saja tak mau. Kebanyakan mereka menjawab karena sudah terbiasa di lidah. Banyak juga yang masih berharap Saya untuk bersedia lagi dicalonkan menjadi Kepala Desa. Namun Saya sudah mantabkan hati untuk menjalani kehidupan yang baru jauh dari kekuasaan. Saya sadar banyak kesalahan yang pernah dulu Saya lakukan baik di sengaja ataupun tidak. Saya hanya bisa berharap semoga mereka semua bisa memaafkan kekhilafan.

Kini saya telah menjalani pekerjaan yang baru, hidup merantau jauh dari keluarga sebagai tenaga safety di perusahaan service oil company. Memulai dari bawah, masih dengan tujuan yang sama beribadah memberikan rasa nyaman kepada teman yang bekerja.

Judul blog Saya Mas Inggi Ngeblog lhoo mungkin sudah tak relevan lagi, Saya biarkan dulu karena masih bingung atau karena sudah terbiasa di lidah. 🙂

2 Komentar