Posts Tagged Desa

Kemendagri Usulkan Masa Jabatan Kades 6 Tahun

Sumber : www.widyaiswarakemendagri.org
JPPN, Jakarta – Desakan agar pemerintah mengangkat perangkat desa menjadi Pegawai Negeri (PNS), maupun tuntutan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, sepenuhnya akan ditentukan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Desa (RUU Desa) di DPR.

“Sekarang kan sudah ada di DPR, jadi semua dinamika maupun pandangan yang berkembang, ada dalam pembahasan di DPR nantinya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Raydonnyzar Moenek, di Jakarta, Jumat (14/12) malam.

Pemerintah menurut Donny -panggilan akrab Reydonnyzar Moenek-, kini sepenuhnya mengikuti mekanisme yang ada. Karena itu menanggapi ancaman perangkat desa akan memboikot Pemilu jika tidak diangkat menjadi PNS, Donny tidak ingin menyikapinya secara berlebih.

Ia hanya menyatakan pemerintah tentu mengharapkan hal yang terbaik bagi semua pihak. Apalagi disadari, perangkat desa merupakan bagian terdepan pemerintah yang bertugas melayani masyarakat. Namun begitu sebagaimana disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi, permintaan pengangkatan perangkat desa menjadi PNS, menurut Donny, tetap disesuaikan keuangan negara.

Sementara itu terkait tuntutan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PMD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tarmizi A.Karim, sebelumnya menyatakan, usulan masa jabatan enam tahun diajukan pemerintah karena dinilai paling rasional. Usulan tersebut dimasukkan dalam RUU Desa setelah melewati pertimbangan yang matang.

“Masa jabatan enam tahun juga sebelumnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah. Jadi dalam pandangan kita, keputusan 6 tahun itu sudah rasional dan diputuskan setelah melihat situasi yang berkembang di desa. Jadi tidak adalah masa jabatan di atas itu”katanya.

, , , , , ,

2 Komentar

Belajar Menjadi Serba Bisa

Tempaan keras di tempatku bekerja pertama kali menjadi sangat berguna saat ini. Pernah menjadi tukang fotocopy, bagian gudang, Bagian Logistik, supervisor hingga menjadi seorang manager. pernah pula menjadi konsultan cafe n karaoke. kemudian terjun bebas menjadi pedagang jajanan kecil dan sales air mineral…Semua itu menjadi guru yang sangat luar biasa bagiku.

Pekerjaanku yang sekarang menuntutku menjadi pribadi yang dinamis dan serba bisa. atau lebih tepatnya dipaksa bisa. beragam permasalahan pekerjaan yang datang harus mampu aku selesaikan. Hingga suatu saat datang pekerjaan datang dengan permasalahan yang berbeda- beda pada waktu yang hampir bersamaan. ahh Rasanya ingin membelah diri untuk bisa segera menyelesaikannya. Mereka yang datang kadang tak mau mengenai hambatan mengenai permasalahan yang ada. karena kadang kala yang mereka tau hanya kata HARUS dan SAAT INI.

Saya menyadari banyak dari mereka datang dari tingkat sosial dan sumber daya yang masih kurang. yang mana tak punya lagi tempat untuk bergantung dan menaruh harapan. Sehingga dimata mereka akulah satu-satunya yang bisa dan mampu bagi tempat mereka bergantung dan menaruh harapan.Semuanya aku jalani dengan penuh suka cita, keihlasan dan kekeluargaan. Meskipun kadangkala rasa empati tersebut tak berbanding lurus dengan apa yang aku terima. Masih ada saja yang berprasangka buruk dan mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi. Keadaan ini tak jarang menimbulkan friksi antara saya dan istri. Namun itulah dinamika dalam memimpin.

Namun dengan perjalannya waktu Saya berkeyakinan bahwa masyarakat akan mampu secara mandiri tanpa harus selalu bergantung dan pasrah bongkokan . peran Saya hanya menjadi fasilitator dan pengambil resiko dari setiap kebijakan demi kebaikan dan kepentingan masyarakat yang lebih banyak.

Terima kasih kepada wargaku yang telah mengajari untuk menjadi serba bisa dengan menerima keterbatasan yang ada..I LOP U

 

, , , , , , , , , , ,

1 Komentar

Amburadulnya Data Jamkesmas

Awal tahun ini pemerintah meluncurkan kartu jamkesmas, sebagai pembaruan data yang lama (2008). Saya pun di undang untuk mendengarkan sosialisasi terkait pembagian kartu tersebut. Sebagaimana diketahui layanan jamkesmas tersebut merupakan layanan kesehatan yang diberikan untuk warga yang miskin. Layanan tersebut memang sangat membantu warga Saya yang miskin untuk mendapatkan layanan yang layak dalam hal kesehatan.

Namun begitu terkejutnya Saya tatkala data yang diberikan oleh tim sosialiasi sangat jauh dari dari data 2008 yang ada selama ini ada. Data yang baru hanya mengikutsertakan 536 jiwa. sementara data 2008 ada 770 jiwa. 234 jiwa warga Saya hilang hak nya !!. sekitika Saya protes dengan tim sosialisasi. baik yang berasal dari kecamatan maupun dari kabupaten. Dengan enaknya mereka mengatakan bahwa data tersebut di luar kewenangannya dan tidak berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten. dari data yang lama saja Saya pernah mengusulkan untuk di tambah karena memang masih ada beberapa KK yang layak namun tidak menadapat kartu Jamkesmas. Mereka juga memaksa untuk segera membagikan kartu tersebut.waduhhhh enak di LU sengasara di Gue !!!. Selama ini yang selalu berbenturan dengan masyarakat terkait dengan data yang amburadul adalah kami selaku Pemerintahan terendah yaitu Pemerintah Desa.

Saya pun minta konfirmasi dari BPS untuk mengklarifikasi data Jamkesmas tersebut, karena beberapa waktu yang lalu BPS Kabupaten melalui Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011 telah menadata Desa Saya sebagai acuan untuk data Jamkesmas tersebut. hasil data tersebut bahwa Desa Jatimulyo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati terdapat total 240 KK yang terdiri dari 6 warga sangat miskin, 8 warga miskin, 43 warga hampir miskin dan 183 rentan miskin lainnya. dengan total perkiraan 900 an jiwa.  Dan BPS pun berkilah bahwa data tersebut sudah di berikan kepada  Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ( TNP2K) yang di ketuai Bapak Budiono Wakil Presiden tercinta kita. Sangat jelas tim ini matanya buta ketika sedang entri data.

Saat ini  ada 1 warga Saya terkena kanker Payudara yang butuh penanganan yang intensif yang seharusnya berhak mendapatkan layanan jamkesmas namun karena terbitnya data yang baru akhirnya tidak masuk dalam data jamkesmas 2013. Sungguh ironi bagi Pemerintah yang selalu menggemborkan pengutamaan layanan kepada rakyat miskin namun Aparatnya Buta terhadap derita kaum miskin.

Jaman lagi Edannnn…

, , , , , , ,

2 Komentar

Selepas Bulan Besar ( Dzulhijah )

Kita yang hidup di Jawa tak akan kaget ketika Bulan Besar (Dzulhijah) adalah bulan panen undangan acara. Bisa khitanan, Pernikahan atau kegiatan tasyakuran lainnya. Sudah menjadi tradisi pula setiap ada acara yang diadakan mengundang saudara atau teman dengan memberikan nasi kotak lengkap ataupun roti sebagai pelengkap undangan tersebut.

Alangkah beruntung nya aku yang sudah 4 tahun ini menjadi orang yang tak pernah ketinggalan satu undanganpun dari setiap warga yang punya acara di Desa. Baik di Desa aku tinggal ataupun desa-desa sekitarnya. Seolah menjadi sebuah kewajibanku untuk datang memenuhi undangan tersebut. Tak ketinggalan selalu ada salam tempel untuk si empunya hajat. Demikian aku lakukan setiap hari di berbagai tempat selama sebulan penuh di Bulan Besar (Dzulhijah).

Aku tak pernah protes, kenapa hanya aku yang mendapat undangan sebegitu banyaknya. Aku hanya selalu bertanya, kenapa semuanya di Bulan Besar (Dzulhijah) ?? tak adakah bulan lainnya untuk menggelar acara hajatan?.

Kini Bulan Besar (Dzulhijah) telah lewat. Suasana di Desaku sunyi tak terdengar musik dangdut bersahutan. Dan aku mulai bisa bernafas lega. Istirahat sejenak dan mulai menabung lagi untuk persiapan Bulan Besar (Dzulhijah) berikutnya.

, , , ,

2 Komentar

Surat Mas Aris

Sebenernya tulisan ini adalah tanggapan mengenai postingan Saya mengenai Bupati dan Wakil Bupati Pati, Namun karena tulisannya sangat panjang maka Saya jadikan postingan baru. berikut tanggapan mas Aris Susanto karib Saya yang sekarang menjadi Raja Minyak

Inspiratif…..namun demikian kita sarjana tidak wajib malu, karena untuk hal ini membandingkan sarjana dan tidak sarjana adalah belum pada tempatnya. Sarjana tidak semuanya harus menjadi bagian dari kekuasaan politik, banyak sarjana yang masih dibutuhkan untuk menjadi para ahli di bidangnya sehingga bisa memberi kontribusi pada bangsa dalam ruang yang berbeda.

Menjadi wakil bupati adalah jabatan politis….pendidikan tidak akan menjadi batasan selama mampu membangun komunikasi yang baik dengan publik, pengabdian yang tulus untuk masyarakat….sehingga yang bersangkutan akan dipercaya untuk menjadi orang yang akan membantu membawa Pati dan masyarakatnya akan menjadi seperti apa. Pada tahap selanjutnya antara sarjana dan tidak sarjana bisa jadi berbeda….berbeda dalan cara, berbeda dalam hal2 lain……yang seharusnya seorang sarjana lebih mempunyai referensi mengenai cara dan pengambilan keputusan dalam pencapaian tujuan….namun tidak selamanya yang bukan sarjana tidak mampu lebih baik selama yang bersangkutan mau tetap belajar, mendengarkan, memahami, mengerti dan mengertikan….

Dalam realita politik, terkadang pendidikan tidak lagi menjadi faktor penting….banyak faktor lain yang mampu meningkatkan tingkat elektibilitas seseorang, faktor karakter individu, investasi komunikasi dan pelayanan publik jangka panjang, networking dan komunikasi politik, dan yang tidak kalah penting tentunya adalah adanya sumber pendanaan yang mencukupi….

Semua faktor diatas akan saling melengkapi…untuk bisa berhasil mendapatkan tingkat elektibilitas yang terbaik.

Yang tetap menjadi garis bawahnya adalah kita mengapresiasi atas pencapaian Bpk Budiono dengan keterbatasan pendidikannya namun tidak mengecilkan semangat dan percaya dirinya untuk terus maju dan mampu mewujudkan apa yang sekarang diraihnya, bahkan mungkin sebelumnya tidak ada cita-cita beliaunya diposisi sekarang beliaunya berada…

Dan yang untuk sarjana, menjadikan nilai positif diatas sebagai salah satu referensi untuk lebih maju…dalam bidang apapun yang bisa menjadi tempat kontibusinya bagi kemaslahatan bersama.

Selamat untuk calon bupati dan wakil bupati terpilih, selamat memimpin Pati..agar membawa Pati lebih terarah seperti cita2nya yaitu PATI BUMIMINATANI.

Salam,

Aris Susanto

, , , , ,

5 Komentar

Group Njagong Bareng Cah Landoh

Baru berjalan sekitar 1 minggu group facebook  “Njagong Bareng Cah Landoh”  saya buat. berawal perasaan ingin bertemu dengan kalangan muda Desa Jatimulyo dimana saya menjabat menjadi kepala Desa. namun karena terbatasnya waktu, keinginan itu tak kunjung terpenuhi. Mereka mempunyai banyak aktifitas yang tak mungkin saya akomodasi secara keseluruhan. hal ini juga demi lebih mendekatkan aktifitas Saya dengan kegiatan anak muda desa sehingga saya mampu menangkap apa menjadi keinginan mereka. Group ini juga bisa menjadi jembatan jika mereka ingin untuk bertemu secara langsung dengan Saya namun ada rasa sungkan atau ewuh.

Saya terkejut dengan respon yang diberikan.Seperti kran air yang lama tersumbat, tatkala terbuka seakan tak pernah berhenti mengalir.Mereka menemukan media baru untuk mengekspresikan segala keluh kesah,sanjungan ataupun kritikan. Semuanya tak Saya larang, Saya justru senang dengan antusias yang mereka tunjukkan. Saya mempunyai keyakinan group ini akan menjadi cikal bakal dari proses pembelajaran dari anak muda untuk belajar mengeluarkan pendapat melalui tulisan dengan rasa tanggung jawab dan sedikit intelektual tanpa harus ada debat kusir apalagi tindakan anarkis.

Anggota yang sudah terdaftar sekitar 75 orang dan itu baru sekitar 30% dari jumlah total anak usia remaja yang ada di Desa Jatimulyo.Kedepan harapan Saya semua anak muda, bisa jadi mewakili seluruh rumah tangga yang ada di Desa Jatimulyo melek informasi dan mampu menggunakan internet. Sehingga semua informasi yang ada bisa langsung terakses kerumah penduduk kurang dari 5 menit.

Antusias dan semangat yang mereka tunjukkan tentu harus di jaga bersama-sama, agar kehadiran group ini membawa manfaat bagi mereka sendiri. Rencana kedepan Desa Jatimulyo mempunyai website yang bisa memberikan informasi yang faktual dan transparan mengenai kegiatan Desa, serta menampung berbagai artikel dari warga yang mempunyai nilai informasi sebagai bentuk rasa memiliki Desanya..Amin..

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

LAGI …. DANA ( MENARIK SIMPATI ) DESA

KJL Gallery : Desa JatimulyoPolemik mengenai dana desa beberapa waktu ini menjadi pembicaraan yang hangat antara kami para Kepala Desa. Ketika salah satu rekan kami membuka pembicaraan tentang usulan Dana Desa tersebut , ada yang memandang sebagai sebuah rezeki yang patut disyukuri namun  tak sedikit yang justru miris ketika dana tersebut benar disetujui dan disahkan oleh anggota dewan.

Mengenai pandangan yang menyatakan bahwa Dana Desa patut untuk diperjuangkan karena semakin besarnya tuntutan dan dorongan masyarakat mengenai arti pentingnya pemerataan pembangunan di perdesaan. Mereka menilai bahwa sudah saatnya desa mendapat porsi yang lebih, mengingat  selama ini hanya masyarakat perkotaan saja yang selalu mendapatkan perhatian. Sementara begitu banyak warga perdesaan yang belum tersentuh dengan pembangunan. ketika wacana Dana Desa digulirkan beberapa waktu lalu banyak dari kami para Kepala Desa menaruh harap tentang alokasi dana tersebut. Sehingga pembangunan Desa yang tersistematis dapat segera terwujud.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

2 Komentar

ADD : pemkab pati

Dengan adanya realisai Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Desa Jatimulyo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati,maka perencanaan dari musyarah warga dapat terwujud serta dapat berkelanjutan. Aspirasi masyarakat lebih terakomodir karena pengambil kebijakan berada di tengah-tengah masyarakat, bahkan mereka sendiri bagian dari pengambil keputusan,

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan komentar

PASOPATI Desak Bupati Pati Lindungi Para Kepala Desa

Para Kepala dan Perangkat Desa yang tergabung dalam Paguyuban Kepala dan Perangkat Desa se Kabupaten Pati (PASOPATI), kembali mendatangi Kantor Bupati Pati. Mereka mendesak kepada Bupati Tasiman, untuk memberikan perlindungan hukum, terhadap para Kades yang tersangkut dengan hukum.
Seratusan Kepala Desa dan Perangkat Desa, kembali mendatangi mendatangi Pendopo Kabupaten Pati, untuk beraudensi dengan Bupati Pati Tasiman. Audensi tersebut, untuk meminta Bupati Tasiman memberikan perlindungan hukum, terhadap para bawahannya, terutama Kades dan perangkat desa, yang tersandung masalah hukum.
Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Tarik Tambang

Kegiatan Bersih Desa merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh seluruh komponen Masyarakat Desa Jatimulyo. Kegiatan Bersih Desa atau yang lebih dikenal dengan istilah “ Sedekah Bumi “. merupakan kegiatan yang telah menjadi adapt istiadat yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Jatimulyo sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas rahmat dan Berkan-Nya yang melimpah dimuka bumi ini. Kegiatan sedekah bumi adalah sebuah ritual kebudayaan yang bertempat dipunden dengan diikuti upacara perayaan yang bertujuan untuk memeriahkan kegiatan tersebut.
Sebagai wujud upaya melestarikan seni budaya yang ada di Desa Jatimulyo dan juga untuk memupuk rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong royongan maka Pemerintah Desa, Karang Taruna, beserta seluruh komponen masyarakat bersama – sama dengan saling membantu dan bergotong royong sehingga kegiatan Bersih Desa tahun 2008 dapat terlaksana dengan baik.

, ,

Tinggalkan komentar