Arsip untuk April, 2012

Jogjakarta (3) : Museum Gunung Merapi

Ceritanya kami tersesat , sewaktu mencari Museum UllenSentalu. Selepas dari Bebeng-Kaliadem banyak rambu yang rusak dan Saya lupa jalan tembus yang menuju kaliurang, Saya hanya  ngikutin papan penunjuk museum, tak tahunya justru nyampe ke Museum Gunung Api Merapi (MGM) ini.

Terletak sekitar 2 km dari Kawasan wisata Kaliurang,  di lereng Merapi, tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Menempati areal yang cukup luas, menurut profil museum mempunyai luas bangunan sekitar 4,470 yang berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektar, museum yang ke depan juga akan dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plasa ini ingin dikenal masyarakat sebagai ‘Museum Gunungapi Merapi, Merapi Jendela Bumi’.

Museum ini mungkin di siapkan menjadi geo-wisata di DIY serta diharapkan menjadi wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunungapi, gempabumi, dan bencana alam lainnya.Museum Gunungapi ini juga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial-budaya dan lain-lain yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya.

Belum banyak pekerja yang ada disana, mungkin baru akan diresmikan. Masih sepi dan tak adanya pemandu yang ada di museum menjadikan kami kesulitan memahami apa yang ada di museum, Saya hanya bisa membaca informasi dari selebaran yang ada di museum diantaranya:

1. Informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya.
2. Informasi fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya.
3. Informasi mitigasi bencana gunungapi, gempabumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan dan gerakan tanah.
4. Informasi sumberdaya gunungapi, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra-struktur dan lainnya.
5. Informasi aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunungapi

Design gedung yang futuristik sangat menarik untuk spot foto. Puas melihat-lihat kamipun meneruskan mencari dan menuju Museum UllenSentalu.

, , , , , , ,

Tinggalkan komentar

Jogjakarta (2) : Bebeng-Kaliadem

Setelah dari rumah Mbah Marijan Saya dan istri, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bebeng-Kaliadem. Gerimis menyertai kami menuju ke gardu pandang yang ada disana. kami bertedung di tempat parkir yang dibangun seadanya setelah letusan Gunung Merapi yang menewaskan salah seorang relawan didalam bunker akibat terperangkap awan panas (wedus gembel).

pintu tiket masuk pun dibuat seadanya,  hanya dari batang pohon bambu dengan 2 orang penjaga. jajaran toko-toko yang menawarkan suvenir dan makanan juga masih seadanya. hamparan tanah yang dulu hijau sekarang hanya ada pasir dan batu seukuran badan orang dewasa, bahkan ada yang seukuran rumah. Bukit yang dulu tebentang hutan cemara tak lagi hijau. Hanya ada beberapa pengunjung yang berjalan di sekitar bunker. membayangkan penderitaan relawan yang tewas didalamnya.

Di dekat runtuhan bangunan ada penjual edelweis.seorang ibu dengan kedua anaknya..hmm..jadi inget masih lalu. rayuan gombal dengan bunga edelweis. hehehhehe..ga jadi diterusin ah.bahaya !!.. tak jauh dari bangunan itu terhampar sungai yang curam sebagai jalur lava dari Gunung Merapi. agak jauh berdiri dari bibir sungai karena kerikilnya banyak dan agak licin karena gerimis beberapa  saat baru berhenti.

Hanya sekitar 30 menit kami di Bebeng-Kaliadem, waktu sudah agak sore, demi mengejar jam buka Museum Merapi dan Museum Ullen Sentanu yang ada di kaliurang.

, , , , , , ,

Tinggalkan komentar