Posts Tagged pemimpin

Siang di pojok Warung

Siang itu di warung mbak wur di seputaran alon-alon Pati, Saya duduk di pojok, Bah Pego pria tua itu yang sudah mengkapling ujung bangku didepan pintu masuk sebagai miliknya, mungkin karena lebih isis. Tanpa memesan sang pemilik warung sudah bergegas membuatkan es jeruk nipis dan teh anget kecil. mungkin untuk keseimbangan. Duduk di seberangnya Mas kris pemilik toko sepatu yang cukup terkenal di Pati, berturut-turut Pak Pur, pak katno, Om Endro, Om Cincin n Mas Agung.

Sudah agak lama memang Saya tak pernah Marung, Jadi mungkin agak sedikit ketinggalan info. Obrolan di sini meski kadang ga berujung namun banyak menjadi inspirasi bagi Saya. Cletukannya out of box begitu yang sering pak Beye katakan. Sambil menyeruput kopi krim Saya senantiasa mendengar obrolan itu. Kadang tertawa namun tak jarang mengernyitkan dahi tanda tak begitu paham, bahasanya agak sulit dicerna..hehehehe

Obrolan ramai karena harga BBM yang akan naik. mereka sepakat ga ada polemik mengenai kenaikan harga minyak. karena sebuah keniscayaan untuk sebuah pekerjaan dan sumber daya yang di gali terus di iringi dengan kenaikan harga. Namun yang mereka pertanyakan adalah tak terbukanya pemerintah mengenai biaya yang dikeluarkan sebagai proses operasional hingga menjadi minyak dengan ketentuan harga tersebut. “Seperti kuli aja kita, di bodohi terus menerus,  ga isa ngitung pejabat itu” lontar bah pego. “Bukan ga isa bah, kui emang di sengaja” Sahut om cincin. hmmmm….biaya politik tinggi dealnya emang harus gitu. Lalu aku hanya menggumam, soal tanah kita juga amat bodoh atau dibodohin sampe ga pernah ngerti kandungan nya apa hingga hari ini. Dan sang negara adi kuasa tetep aja di bolehin ngeruk tanah dengan leluasa dan kita hanya di beri 1 % aja. huuuufftt..pantes tetep miskin.

“Para politisi tak ubahnya garong”  bilang om endro. “Kog bisa?. tanya mas Agung. “Coba aja cermati Anggota Dewan yang terhormat itu saat sidang di Senayan.”Jawab om Endro. Soal itu mungkin ada benarnya..Partai relijius yang ternyata kapitalis yang sok nolak kebijakan BBM hanya buat mulihin citra nya ( karena mereka juga udah tau kalo voting pun partai pemerintah tetep menang ), hmm rakyat udah makin pintar,  yang jidatnya item belom tentu karena karena sujud, yang berjenggot tak hanya kambing ( bandot kali yaaa, suka daun muda)..hehehehe..

Yang lebih miris adalah masuknya Dana untuk lapindo di APBN P. apakah ambil alih penanggulangan bencana ini murni untuk kepentingan rakyat korban lapindo atau sekedar deal politik demi kelanggengan dinasti politik??. jawaban nya hanya bisa kita tau tatkala pak Beye dan Pak ical berak..yang keluar apa?? hahahahaha

Siang yang panas di warung yang sumpek menjadikan otak meledak pengen memuntahkan keluh kesah. layaknya mempertanyakan eksistensi jaman sekarang apakah enak masa lalu seperti stiker-stiker di bak truk dan angkot itu yang mengusung bapak pembangunan kita sebagai ikonnya.

Saya sruput lagi untuk yang terakhir kali kopi yang tak lagi panas. sambil membayangkan semoga keadaan menjadi lebih baik, tak menjadi soal harga BBM menjadi 10 ribu asal IDR menjadi 1.000 terhadap $. sehingga anggapan termurah nomer 5 benar-benar terbukti. Dan insiyur indonesia segera pinter buat ngerti isi kandungan tanah indonesia.

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Kemendagri Usulkan Masa Jabatan Kades 6 Tahun

Sumber : www.widyaiswarakemendagri.org
JPPN, Jakarta – Desakan agar pemerintah mengangkat perangkat desa menjadi Pegawai Negeri (PNS), maupun tuntutan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, sepenuhnya akan ditentukan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Desa (RUU Desa) di DPR.

“Sekarang kan sudah ada di DPR, jadi semua dinamika maupun pandangan yang berkembang, ada dalam pembahasan di DPR nantinya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Raydonnyzar Moenek, di Jakarta, Jumat (14/12) malam.

Pemerintah menurut Donny -panggilan akrab Reydonnyzar Moenek-, kini sepenuhnya mengikuti mekanisme yang ada. Karena itu menanggapi ancaman perangkat desa akan memboikot Pemilu jika tidak diangkat menjadi PNS, Donny tidak ingin menyikapinya secara berlebih.

Ia hanya menyatakan pemerintah tentu mengharapkan hal yang terbaik bagi semua pihak. Apalagi disadari, perangkat desa merupakan bagian terdepan pemerintah yang bertugas melayani masyarakat. Namun begitu sebagaimana disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi, permintaan pengangkatan perangkat desa menjadi PNS, menurut Donny, tetap disesuaikan keuangan negara.

Sementara itu terkait tuntutan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PMD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tarmizi A.Karim, sebelumnya menyatakan, usulan masa jabatan enam tahun diajukan pemerintah karena dinilai paling rasional. Usulan tersebut dimasukkan dalam RUU Desa setelah melewati pertimbangan yang matang.

“Masa jabatan enam tahun juga sebelumnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah. Jadi dalam pandangan kita, keputusan 6 tahun itu sudah rasional dan diputuskan setelah melihat situasi yang berkembang di desa. Jadi tidak adalah masa jabatan di atas itu”katanya.

, , , , , ,

2 Komentar

Belajar Menjadi Serba Bisa

Tempaan keras di tempatku bekerja pertama kali menjadi sangat berguna saat ini. Pernah menjadi tukang fotocopy, bagian gudang, Bagian Logistik, supervisor hingga menjadi seorang manager. pernah pula menjadi konsultan cafe n karaoke. kemudian terjun bebas menjadi pedagang jajanan kecil dan sales air mineral…Semua itu menjadi guru yang sangat luar biasa bagiku.

Pekerjaanku yang sekarang menuntutku menjadi pribadi yang dinamis dan serba bisa. atau lebih tepatnya dipaksa bisa. beragam permasalahan pekerjaan yang datang harus mampu aku selesaikan. Hingga suatu saat datang pekerjaan datang dengan permasalahan yang berbeda- beda pada waktu yang hampir bersamaan. ahh Rasanya ingin membelah diri untuk bisa segera menyelesaikannya. Mereka yang datang kadang tak mau mengenai hambatan mengenai permasalahan yang ada. karena kadang kala yang mereka tau hanya kata HARUS dan SAAT INI.

Saya menyadari banyak dari mereka datang dari tingkat sosial dan sumber daya yang masih kurang. yang mana tak punya lagi tempat untuk bergantung dan menaruh harapan. Sehingga dimata mereka akulah satu-satunya yang bisa dan mampu bagi tempat mereka bergantung dan menaruh harapan.Semuanya aku jalani dengan penuh suka cita, keihlasan dan kekeluargaan. Meskipun kadangkala rasa empati tersebut tak berbanding lurus dengan apa yang aku terima. Masih ada saja yang berprasangka buruk dan mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi. Keadaan ini tak jarang menimbulkan friksi antara saya dan istri. Namun itulah dinamika dalam memimpin.

Namun dengan perjalannya waktu Saya berkeyakinan bahwa masyarakat akan mampu secara mandiri tanpa harus selalu bergantung dan pasrah bongkokan . peran Saya hanya menjadi fasilitator dan pengambil resiko dari setiap kebijakan demi kebaikan dan kepentingan masyarakat yang lebih banyak.

Terima kasih kepada wargaku yang telah mengajari untuk menjadi serba bisa dengan menerima keterbatasan yang ada..I LOP U

 

, , , , , , , , , , ,

1 Komentar

Amburadulnya Data Jamkesmas

Awal tahun ini pemerintah meluncurkan kartu jamkesmas, sebagai pembaruan data yang lama (2008). Saya pun di undang untuk mendengarkan sosialisasi terkait pembagian kartu tersebut. Sebagaimana diketahui layanan jamkesmas tersebut merupakan layanan kesehatan yang diberikan untuk warga yang miskin. Layanan tersebut memang sangat membantu warga Saya yang miskin untuk mendapatkan layanan yang layak dalam hal kesehatan.

Namun begitu terkejutnya Saya tatkala data yang diberikan oleh tim sosialiasi sangat jauh dari dari data 2008 yang ada selama ini ada. Data yang baru hanya mengikutsertakan 536 jiwa. sementara data 2008 ada 770 jiwa. 234 jiwa warga Saya hilang hak nya !!. sekitika Saya protes dengan tim sosialisasi. baik yang berasal dari kecamatan maupun dari kabupaten. Dengan enaknya mereka mengatakan bahwa data tersebut di luar kewenangannya dan tidak berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten. dari data yang lama saja Saya pernah mengusulkan untuk di tambah karena memang masih ada beberapa KK yang layak namun tidak menadapat kartu Jamkesmas. Mereka juga memaksa untuk segera membagikan kartu tersebut.waduhhhh enak di LU sengasara di Gue !!!. Selama ini yang selalu berbenturan dengan masyarakat terkait dengan data yang amburadul adalah kami selaku Pemerintahan terendah yaitu Pemerintah Desa.

Saya pun minta konfirmasi dari BPS untuk mengklarifikasi data Jamkesmas tersebut, karena beberapa waktu yang lalu BPS Kabupaten melalui Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011 telah menadata Desa Saya sebagai acuan untuk data Jamkesmas tersebut. hasil data tersebut bahwa Desa Jatimulyo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati terdapat total 240 KK yang terdiri dari 6 warga sangat miskin, 8 warga miskin, 43 warga hampir miskin dan 183 rentan miskin lainnya. dengan total perkiraan 900 an jiwa.  Dan BPS pun berkilah bahwa data tersebut sudah di berikan kepada  Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ( TNP2K) yang di ketuai Bapak Budiono Wakil Presiden tercinta kita. Sangat jelas tim ini matanya buta ketika sedang entri data.

Saat ini  ada 1 warga Saya terkena kanker Payudara yang butuh penanganan yang intensif yang seharusnya berhak mendapatkan layanan jamkesmas namun karena terbitnya data yang baru akhirnya tidak masuk dalam data jamkesmas 2013. Sungguh ironi bagi Pemerintah yang selalu menggemborkan pengutamaan layanan kepada rakyat miskin namun Aparatnya Buta terhadap derita kaum miskin.

Jaman lagi Edannnn…

, , , , , , ,

2 Komentar

Surat Mas Aris

Sebenernya tulisan ini adalah tanggapan mengenai postingan Saya mengenai Bupati dan Wakil Bupati Pati, Namun karena tulisannya sangat panjang maka Saya jadikan postingan baru. berikut tanggapan mas Aris Susanto karib Saya yang sekarang menjadi Raja Minyak

Inspiratif…..namun demikian kita sarjana tidak wajib malu, karena untuk hal ini membandingkan sarjana dan tidak sarjana adalah belum pada tempatnya. Sarjana tidak semuanya harus menjadi bagian dari kekuasaan politik, banyak sarjana yang masih dibutuhkan untuk menjadi para ahli di bidangnya sehingga bisa memberi kontribusi pada bangsa dalam ruang yang berbeda.

Menjadi wakil bupati adalah jabatan politis….pendidikan tidak akan menjadi batasan selama mampu membangun komunikasi yang baik dengan publik, pengabdian yang tulus untuk masyarakat….sehingga yang bersangkutan akan dipercaya untuk menjadi orang yang akan membantu membawa Pati dan masyarakatnya akan menjadi seperti apa. Pada tahap selanjutnya antara sarjana dan tidak sarjana bisa jadi berbeda….berbeda dalan cara, berbeda dalam hal2 lain……yang seharusnya seorang sarjana lebih mempunyai referensi mengenai cara dan pengambilan keputusan dalam pencapaian tujuan….namun tidak selamanya yang bukan sarjana tidak mampu lebih baik selama yang bersangkutan mau tetap belajar, mendengarkan, memahami, mengerti dan mengertikan….

Dalam realita politik, terkadang pendidikan tidak lagi menjadi faktor penting….banyak faktor lain yang mampu meningkatkan tingkat elektibilitas seseorang, faktor karakter individu, investasi komunikasi dan pelayanan publik jangka panjang, networking dan komunikasi politik, dan yang tidak kalah penting tentunya adalah adanya sumber pendanaan yang mencukupi….

Semua faktor diatas akan saling melengkapi…untuk bisa berhasil mendapatkan tingkat elektibilitas yang terbaik.

Yang tetap menjadi garis bawahnya adalah kita mengapresiasi atas pencapaian Bpk Budiono dengan keterbatasan pendidikannya namun tidak mengecilkan semangat dan percaya dirinya untuk terus maju dan mampu mewujudkan apa yang sekarang diraihnya, bahkan mungkin sebelumnya tidak ada cita-cita beliaunya diposisi sekarang beliaunya berada…

Dan yang untuk sarjana, menjadikan nilai positif diatas sebagai salah satu referensi untuk lebih maju…dalam bidang apapun yang bisa menjadi tempat kontibusinya bagi kemaslahatan bersama.

Selamat untuk calon bupati dan wakil bupati terpilih, selamat memimpin Pati..agar membawa Pati lebih terarah seperti cita2nya yaitu PATI BUMIMINATANI.

Salam,

Aris Susanto

, , , , ,

5 Komentar

Cerita Bah Pe Go tentang Pemimpinnya.

Bagi kalangan Komunitas Pojok Simpang Alun2 Pati (KPS) , aku merasa yang termuda.banyak dari mereka sudah seumuran orang tuaku.Makanya ketika kami nongkrong dan njagong aku lebih banyak diam sambil mendengarkan dengan seksama apa saja yang beliau-beliau perbincangkan, tak jarang obrolan bisa berubah menjadi sebuah perdebatan.ada saja topik yang diperbincangkan, mulai hal  yang remeh temeh hingga yang mbulet layak nya perdebatan para pengacara di TV one.

dari sekian orang tua yang beradu kepintaran ada satu dari mereka yang menarik perhatianku.beliau agak gendut,dengan banyak bekas hitam dikakinya karena sakit diabetes. umurnya sekitar 60an tahun.keturunan tionghoa.,dia pernah cerita kalau dia pernah miskin pernah pula kaya. aku ga tau persis namanya, biasa aku memanggilnya Bah Pe GO.dalam setiap terlibat pembicaraan beliau tak pernah mau mengalah.

Ada satu hal dari guyonannya yang sampai sekarang aku masih inget dan mungkin pas dengan kondisi sekarang ini.  ketika itu malaikat bertanya kepada tuhan kenapa membedakan dan membuat adil terhadap wilayah yang diciptakanNya, “Tuhan kenapa Engkau ciptakan negara eropa tanpa sumber daya dan begitu dingin??? dan kenapa engkau ciptakan negara Arab yang gersang dan panas.?? kenapa tak Kau ciptakan saja yang seperti Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah”.Sambil tersenyum Tuhan berkata ” Aku ciptakan Eropa tanpa sumber daya alam karena manusia disana akan mampu bertahan dan membuat mereka pintar dengan kekurangannya sehingga mampu merubah dunia, Lalu Aku ciptakan arab yang panas karena di sana aku sediakan juga minyak yang berlimpah sehingga mereka bisa membeli apapun karena kekayaannya., Tapi Tuhan kenapa di Indonesia begitu Lengkap?? ‘ Sang malaikat tak sabar memotongnya, Tuhan tersenyum dan lalu tertawa ” itulah keadilanku.Aku ciptakan Indonesia dengan begitu lengkap dengan segala yang ada di dunia, Namun hanya satu yang tak ada di Indonesia” yaitu Manusia disana dipimpin oleh orang yang bodoh.sehingga kekayaannya yang ada terjual habis karena kebodohan pemimpinnya.

Sungguh ironi jika cerita diatas seperti yang disampaikan Bah Pe Go benar adanya. Namun menilik kondisi saat ini rasanya mirip dengan kondisi diatas. freeport yang tak pernah jelas sharingnya, ijin tambang yang diobral ke pihak asing, perkebunan yang dikuasai negara tetangga.Ikan di laut yang sering di curi tanpa mampu melakukan apa2.Sikap masa bodoh atau benar-benar bodoh dari para pemimpin kita??

Akan menjadi persolan yang sangat serius jika pemimpin indonesia benar bodoh dan atau masa bodoh. seperti kasus century yang menjadi tenggelam oleh hiruk pikuk kasus nazarudin.mereka masa bodoh terhadap pilot atau sopir mabuk yang selalu menewaskan banyak penumpang.masa bodoh terhadap siaran sinetron yang merusak generasi anak muda.dan sikap masa bodoh lainnya yang rasanya akan menambah daftar panjang sikap masa bodoh pemimpin terhadap rakyatnya.

tanpa harus menghujat, rasanya aku hanya ingin menjenguk Bah Pe Go yang sekarang lagi stroke..semoga sakitnya bukan karena memikirkan sikap masa bodoh pemimpinnya.

Lekas Sembuh Bah….

, , , ,

2 Komentar

Petani Bawang Merah : menunggu ajal tiba

Pemerintahan Kapitalis itulah yang saat ini terjadi . Betapa tidak, ketika petani bawang merah begitu mendambakan hasil panen dengan harga yang sesuai dengan harapan.  Justru Pemerintah mendatangkan bawang merah secara besar-besaran. Meskipun dengan alasan hanya untuk bibit, tetap saja alasan itu sangat tidak masuk akal. . Siapa yang akan menjamin jika bawang itu hanya akan dijadikan bibit dan  Siapa yang akan mengontrol volume datangnya bawang merah???.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan komentar

ADD : pemkab pati

Dengan adanya realisai Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Desa Jatimulyo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati,maka perencanaan dari musyarah warga dapat terwujud serta dapat berkelanjutan. Aspirasi masyarakat lebih terakomodir karena pengambil kebijakan berada di tengah-tengah masyarakat, bahkan mereka sendiri bagian dari pengambil keputusan,

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan komentar

14 JAM MENUJU JAKARTA..

KJL Gallery : mbah sapon

mbah sapon

Kamis, 17 juli 2009.pukul 15.30 WIB
Berlima kami berangkat ke Jakarta.misi utama sebenarnya adalah sebagai penunjuk jalan sekaligus sopir cadangan bagi keluarga temenku yang akan musyawarah menentukan tanggal perkawinan. Duduk di belakang setir kemudi kakak no 3,aku duduk disebelahnya berlaku sebagai navigator.dibangku belakang ibu temenku dan disebelahnya adalah wanita yang sudah sepuh ( tua ) yang oleh keluarganya merupakan sesepuh yang patut di turuti semua nasehatnya.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan komentar

Refleksi 3 tahun ( pemerintahan desa )

Tak terasa sudah separoh perjalanan dalam aku membawa amanah ini.3 tahun telah berlalu dengan banyak perubahan yang terjadi di Desa kami. 3 pilar yang dulu kami sampaikan untuk membangun Desa Jatimulyo menuju yang lebih baik sudah dilaksanakan meskipun masih jauh dari kesempurnaan. Pembangunan infrastruktur sebagai pilar yang pertama telah terealisasi seperti pembangunan jalan sepanjang 6 km, pembangunan talud sepanjang 1 m, selokan sepanjang 3.5 km dan pembangunan lapangan sepakbola.kesemuanya menghabiskan dana dalam kisaran 1 milyar.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar