BBM : sebuah anomali zat cair minim antisipasi

Tak ada yang salah dengan kenaikan harga BBM mengingat kebutuhan yang semakin banyak sementara faktor ketersediaan yang semakin berkurang.jadi menjadi tak aneh jika BBM dari tahun ke tahun selalu naik.yang akan menjadi masalah adalah ketidakmampuan kita mengantisipasi kenaikan harga minyak ini.

Indonesia sebagai Negara penghasil minyak justru tak pernah bisa mengambil moment atas kenaikan harga minyak ini. Justru Pemerintah selalu melilit setiap kali harga minyak dunia naik. Semua diakibatkan adanya subsidi yang sangat besar. Subsidi yang tidak tepat karena penggunanya adalah kaum berduit.trilyunan rupiah dibakar tanpa ada manfaat yang berarti.kita semua terlena dengan kenyamanan yang diberikan masa lalu yang menyembunyikan keadaan sesungguhnya.

ketika kita tahu keadaan itu, tak juga segera dicarikan solusi yang agresif. inflasi yang tinggi dan kebijakan yang kurang populis selalu menjadi alasan.tarik ulur kepentingan selalu yang dibicarakan. Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang tangguh, hanya pemimpinnya yang kadang tak mampu memanfaatkan potensi ini.

BBM adalah sebuah anomali yang harus kita secara bersama antisipasi.dengan memberikan antisipasi yang tepat guna kepada masyarakat.program dan bantuan yang mendidik. jangan sampai kenaikan BBM ini lantas menjadi sebuah pembenaran terhadap morat-maritnya pemerintahan dengan tidak mengindahkan kebijakan yang pro rakyat.

mensikapi kenaikan BBM adalah sebuah kepastian bagi kita, dan  akan selalu kita alami di masa yang akan datang.maka kita harus berusaha mencari antisipasi kenaikan ini.Solusi yang diberikan Pemerintah dengan menyiapkan BLT juga sangat tidak tepat.selain tak mengajarkan kemandirian, sangat mungkin menimbulkan rasa iri dan ketidakpercayaan kepada aparat pemerintah yang paling bawah. banyaknya benturan akibat ketidak akuratan data yang disajikan memperparah keadaan.

masih ingat gejolak ekonomi 1998, bukannya kita yang paling mampu bertahan??.rusuh dan bergejolak sebentar.setelah itu lupa, dan berlaku seolah tak terjadi apa2. itu sudah menjadi ciri khas kita dalam keadaan dan peristiwa apapun. kita mudah lupa dan memaafkan.maka para pemimpin manfaatkan keadaan ini dengan segera mencari solusi jangan larut dalam perdebatan tanpa makna..lalu kerja kerja dan kerja

 

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: